Senin, 31 Maret 2014

KARANGAN NARASI

AKANKAH AKU

Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin menerpa, membuat tulang-tulang disekujur tubuhku bergemertak. Kumasukan telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar diperapian menyambutku ketika Diana membukakan pintu. Wangi yang kelak akan  kurindu ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindu juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan Dewa, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Dewi dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar