HIDUP DI KAMPUS
Berawal
dari kelulusan SMA pada tahun 2008 membuat saya berfikir untuk melajutkan
jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu kuliah, awalnya saya mencoba untuk
ikut test SMPTN tapi karena keberuntungan tidak memihak akhirnya saya tidak lolos.
Beberapa kali mencoba mencari informasi tentang beberapa tempat kuliah swasta
di Jakarta dan karena mungkin saya orangnya malas itu yang membuat saya tidak
kuliah di Jakarta, padahal saya sudah beberapa kali membayar uang ujian tetapi
saya tidak pernah mengikuti ujian sama sekali. Karena sudah terlalu lama saya
dirumah suatu hari saya terpikir bahwa saya memiliki surat beasiswa dari
GUNADARMA yang pernah memberikan test disekolah saya dahulu, tanpa pikir
panjang saya mengurus segalanya.
Akhirnya
kuliah saya pun di mulai di salah satu kampus swasta yang saya sendiri tidak
pernah berfikir untuk masuk di kampus tersebut. Ya GUNADARMA adalah pilihan
terakhir saya, dengan kepala botak dan berpakaian putih hitam layaknya pegawai
minimarket yang sedang magang. Ospek disaat puasa itu godaanya lebih banyak
mulai dari menahan haus, lapar hingga menahan untuk merokok karena mulut sudah
terlalu asem. Tapi mungkin karena sedang puasa ospek yang dijalankan tidak
terlalu berat.
Awal
kuliah membuat saya berfikir kalau kuliah ya bebas, mau pake baju atau celana
apapun tidak dilarang asal sopan. Kereta adalah alat transportasi pertama saya
ke kampus, dan saya lebih memilih kereta ekonomi karena bisa nebeng gratis
tanpa harus membeli tiket. Mungkin niat awal kuliah aja udah cari yang gratisan
ya ada akibatnya yaitu kereta mogok di stasiun pasar minggu dan membuat saya
harus menunggu kereta selanjutnya. Sesampainya di kampus saya terus berlari
mencari kelas yang akan saya masukin, namanya juga mahasiswa baru jadi bingung
cara nyari kelasnya tapi saya bertanya kepada satpam dan akhirnya saya
menemukan ruang kelas itu.
Teman
baru dan pergaulan baru itu tidak pernah terlepas dimana kita memulai aktifitas
baru. Tadinya otak saya berfikir namanya mahasiswi kampus pasti cantik-cantik seperti di FTV
tapi ternyata saya salah duga. Tidak perduli dengan itu saya memulai aktifitas
pertama saya yaitu mencari teman, ga susah sih kalau mau mencari teman tinggal
kenalan ajak ngobrol yang satu pemikiran akhirnya jadi nyambung. Namanya juga
kuliah segalanya serba bebas ya jadi mau nyatet bebas nggak juga ga ada dosen
yang larang, nikmat lah jadi anak kampus.
Kalau
kata orang anak kampus itu kuliahnya sebentar mainnya yang lama, tapi itu tidak
terjadi di kampus saya, mulai dari jadwal yang padat hingga adanya praktikum
yang menurut saya tidak jelas toh di kampus lain nggak ada praktikum sebanyak
ini, berasa orang kantoran berangkat pagi pulang sore bahkan larut malam.
Sejauh ini saya selalu menyesal kenapa saya bisa sampe masuk di kampus yang seperti
ini tapi mau bagaimana lagi uang semester sudah terlanjur di keluarkan dan saya
sudah menduduki tingkat akhir sayang kalau saya mesti pindah kampus dan memulai
semuanya dari 0 seperti kata petugas SPBU dimulai dari 0 ya mas.