ANALISIS
KEUANGAN SEBAGAI TOLAK UKUR DALAM
SUATU KINERJA KOPERASI
Disusun oleh:
Bagus Suryatama
11211381
FAKULTASEKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2012
Hampir di seluruh dunia orang mengenal koperasi.
Walaupun per definisi koperasi dipahami dengan cara yang berbeda-beda, tetapi
secara umum koperasi dikenal sebagai suatu bentuk perusahan yang unik. Dilihat
dari asal katanya, istilah koperasi berasal dari bahasa inggris co-operation
yang berarti usaha bersama. Tetapi bukan dalam arti segala pekerjaan yang
dilakukan bersama-sama yang dimaksud dengan koperasi disini adalah suatu bentuk
perusahaan yang didirikan oleh orang-orang tertentu, untuk melaksanakan
kegiatan-kegiatan tertentu, berdasarkan ketentuan dan tujuan tertentu pula.
Koperasi adalah suatu kumpulan yang beranggotakan
orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk
masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha
untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah dan anggotanya1. Sebagai badan
usaha, maka koperasi harus memperolah laba, laba merupakan elemen kunci dalam
suatu sistem usaha bisnis, di mana sistem itu akan gagal bekerja tanpa
memperolah laba.
Untuk mengetahui kekuatan ataupun kesehatan pada
koperasi tersebut, maka sebaiknya seorang manajer keuangan itu bisa
menganalisis kinerja koperasi, Karena dengan perubahan-perubahan yang terjadi
di lingkungan internal ataupun eksternal koperasi secara tidak langsung juga
menentukan sebuah keputusan yang akan dijalankan pada masa yang akan datang
pada sebuah koperasi.
Para penggerak koperasi kredit di
Indonesia maupun di Negara maju seperti Amerika Serikat dan Canada berprinsip
bahwa orang-orang yang hendak menjadi anggota koperasi itu harus melalui satu
tahapan pendidikan awal yang disebut latihan dasar selama lima sampai tujuh
hari. Aspek pendidikan dalam lingkup pengembangan koperasi kredit sangat
penting karena di samping koperasi kredit adalah gerakan ekonomi melalui
kegiatan, dan Koperasi kredit adalah gerakan pendidikan melalui kegiatan
ekonomi. Koperasi kredit berkembang karena pendidikan. Koperasi kredit mendapat
pengawasan oleh pendidikan kredit bergantung sebagian besar pada pendidikan.
Krisis merupakan suatu kondisi ekstrim yang
mempunyai dampak pada salah satu kinerja, baik ekonomi, politik, maupun sosial.
Sementara itu, krisis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah
krisis ekonomi karena diawali oleh variabel ekonomi yaitu utang luar negeri,
baik utang swasta yang sebagian tidak terkontrol dan dalam jumlah cukup besar,
maupun utang pemerintah (negara).
Kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme yang selama ini
sering terjadi di Indonesia menimbulkan krisis kepercayaan rakyat terhadap
pemerintah. Sehingga muncul tuntutanrakyat untuk dilakukan reformasi di segala
bidang. Tuntutan reformasi tersebut sering disuarakan oleh para mahasiswa dalam
berbagai macam aksi demonstrasi. Situasi seperti itu disusul dengan terjadinya
kerusuhan-kerusuhan yang semakin memperburuk gejolak politik di Indonesia dan
pertumbuhan perekonomian indonesia semakin merosot dari tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi politik dan perekonomian yang tidak menentu menyebabkan banyak
perusahaan yang mengalami kelesuan produksi.
Pembangunan ekonomi harus dipandang sebagai suatu
proses yaitu berlangsungnya kekuatan-kekuatan tertentu yang saling berkaitan
dan mempengaruhi. Dengan kata lain, pembangunan ekonomi lebih dari sekedar
pertumbuhan ekonomi. Proses pembangunan menghendaki adanya pertumbuhan ekonomi
yang diikuti dengan perubahan (growth plus change) dalam struktur ekonomi
dan perubahan kelembagaan. Dengan cara tersebut akan dapat diketahui deretan
peristiwa yang timbul dan akan mewujudkan peningkatan kegiatan ekonomi,
perubahan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik dari tahap
pembagunan ke tahap pembangunan berikutnya. Pembangunan ekonomi merupakan suatu
proses yang terus-menerus diusahakan dengan jalan pemanfaatan sumber daya yang
ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam keadaan inflasi, simpanan
dalam bentuk uang mengalami kemerosotan nilai, karena nilai uang selalu menurun
dan sebaliknya simpanan dalam bentuk barang-barang perhiasan maupun dalam bentuk
barang-barang konsumsi tahan lama (tanah, rumah) akan semakin bertambah nilainya.
Dengan adanya inflasi yang menurunkan daya beli masyarakat dan menurunkan nilai
mata uang itu, maka investasi akan meningkat dan investasi lebih cepat menghasilkan
keuntungan.
Koperasi, sebagaimana diketahui adalah salah satu
sektor ekonomi yang kehadirannya diakui oleh Undang-Undang Dasar 1945. Selain
sektor koperasi, dua sektor lainnya adalah sektor swasta dan sektor ekonomi
negara. Sampai saat ini, meskipun koperasi telah berkembang pesat akan tetapi
peranannya secara keseluruhan dalam perekonomian masih kecil. Tak dapat
dipungkiri, bahwa diantara sektor pemerintahan, sektor swasta, dan sektor
koperasi, bahwa sektor koperasilah yang berada dalam barisan yang terbelakang.
Upaya mewujudkan koperasi sebagai soko 10 guru ekonomi bangsa yang merupakan
cita-cita nasional tampak dari adanya perkembangan informasi peran koperasi
dalam percaturan ekonomi nasional.
DAFTAR
PUSTAKA
Mutmaidah, Siti
2010 Analisis Rasio Sebagai Tolak Ukur Kinerja Keuangan Koperasi Argo Niaga
(KAN) Jabung Malang Periode 2005-2009, 19, Juli
Kartika, Rr,
Santi 2008 Peranan kredit Koperasi Karyawan Bank Rakyat Indonesia Bagi
Kesejahteraan Anggota,
