Senin, 21 Januari 2013

ANALISIS KEUANGAN SEBAGAI TOLAK UKUR DALAM SUATU KINERJA KOPERASI


ANALISIS KEUANGAN  SEBAGAI TOLAK UKUR DALAM SUATU  KINERJA KOPERASI

Disusun oleh:
Bagus Suryatama
11211381

  
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTASEKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012

Hampir di seluruh dunia orang mengenal koperasi. Walaupun per definisi koperasi dipahami dengan cara yang berbeda-beda, tetapi secara umum koperasi dikenal sebagai suatu bentuk perusahan yang unik. Dilihat dari asal katanya, istilah koperasi berasal dari bahasa inggris co-operation yang berarti usaha bersama. Tetapi bukan dalam arti segala pekerjaan yang dilakukan bersama-sama yang dimaksud dengan koperasi disini adalah suatu bentuk perusahaan yang didirikan oleh orang-orang tertentu, untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, berdasarkan ketentuan dan tujuan tertentu pula.
Koperasi adalah suatu kumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah dan anggotanya1. Sebagai badan usaha, maka koperasi harus memperolah laba, laba merupakan elemen kunci dalam suatu sistem usaha bisnis, di mana sistem itu akan gagal bekerja tanpa memperolah laba.
Untuk mengetahui kekuatan ataupun kesehatan pada koperasi tersebut, maka sebaiknya seorang manajer keuangan itu bisa menganalisis kinerja koperasi, Karena dengan perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan internal ataupun eksternal koperasi secara tidak langsung juga menentukan sebuah keputusan yang akan dijalankan pada masa yang akan datang pada sebuah koperasi.
            Para penggerak koperasi kredit di Indonesia maupun di Negara maju seperti Amerika Serikat dan Canada berprinsip bahwa orang-orang yang hendak menjadi anggota koperasi itu harus melalui satu tahapan pendidikan awal yang disebut latihan dasar selama lima sampai tujuh hari. Aspek pendidikan dalam lingkup pengembangan koperasi kredit sangat penting karena di samping koperasi kredit adalah gerakan ekonomi melalui kegiatan, dan Koperasi kredit adalah gerakan pendidikan melalui kegiatan ekonomi. Koperasi kredit berkembang karena pendidikan. Koperasi kredit mendapat pengawasan oleh pendidikan kredit bergantung sebagian besar pada pendidikan.
Krisis merupakan suatu kondisi ekstrim yang mempunyai dampak pada salah satu kinerja, baik ekonomi, politik, maupun sosial. Sementara itu, krisis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah krisis ekonomi karena diawali oleh variabel ekonomi yaitu utang luar negeri, baik utang swasta yang sebagian tidak terkontrol dan dalam jumlah cukup besar, maupun utang pemerintah (negara).
Kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme yang selama ini sering terjadi di Indonesia menimbulkan krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah. Sehingga muncul tuntutanrakyat untuk dilakukan reformasi di segala bidang. Tuntutan reformasi tersebut sering disuarakan oleh para mahasiswa dalam berbagai macam aksi demonstrasi. Situasi seperti itu disusul dengan terjadinya kerusuhan-kerusuhan yang semakin memperburuk gejolak politik di Indonesia dan pertumbuhan perekonomian indonesia semakin merosot dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi politik dan perekonomian yang tidak menentu menyebabkan banyak perusahaan yang mengalami kelesuan produksi.
Pembangunan ekonomi harus dipandang sebagai suatu proses yaitu berlangsungnya kekuatan-kekuatan tertentu yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Dengan kata lain, pembangunan ekonomi lebih dari sekedar pertumbuhan ekonomi. Proses pembangunan menghendaki adanya pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan perubahan (growth plus change) dalam struktur ekonomi dan perubahan kelembagaan. Dengan cara tersebut akan dapat diketahui deretan peristiwa yang timbul dan akan mewujudkan peningkatan kegiatan ekonomi, perubahan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik dari tahap pembagunan ke tahap pembangunan berikutnya. Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang terus-menerus diusahakan dengan jalan pemanfaatan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam keadaan inflasi, simpanan dalam bentuk uang mengalami kemerosotan nilai, karena nilai uang selalu menurun dan sebaliknya simpanan dalam bentuk barang-barang perhiasan maupun dalam bentuk barang-barang konsumsi tahan lama (tanah, rumah) akan semakin bertambah nilainya. Dengan adanya inflasi yang menurunkan daya beli masyarakat dan menurunkan nilai mata uang itu, maka investasi akan meningkat dan investasi lebih cepat menghasilkan keuntungan.
Koperasi, sebagaimana diketahui adalah salah satu sektor ekonomi yang kehadirannya diakui oleh Undang-Undang Dasar 1945. Selain sektor koperasi, dua sektor lainnya adalah sektor swasta dan sektor ekonomi negara. Sampai saat ini, meskipun koperasi telah berkembang pesat akan tetapi peranannya secara keseluruhan dalam perekonomian masih kecil. Tak dapat dipungkiri, bahwa diantara sektor pemerintahan, sektor swasta, dan sektor koperasi, bahwa sektor koperasilah yang berada dalam barisan yang terbelakang. Upaya mewujudkan koperasi sebagai soko 10 guru ekonomi bangsa yang merupakan cita-cita nasional tampak dari adanya perkembangan informasi peran koperasi dalam percaturan ekonomi nasional.



DAFTAR PUSTAKA

Mutmaidah, Siti 2010 Analisis Rasio Sebagai Tolak Ukur Kinerja Keuangan Koperasi Argo Niaga (KAN) Jabung Malang Periode 2005-2009, 19, Juli

Kartika, Rr, Santi 2008 Peranan kredit Koperasi Karyawan Bank Rakyat Indonesia Bagi Kesejahteraan Anggota,